Akademisi Unsrat Tanggapi Proses Pemindahan Ibu Kota

Dr Very Yohanis Londa.

Manado, DetikManado.com – Keputusan pemerintah memindahkan Ibu Kota negara ke Pulau Kalimantan menuai tanggapan dari pengamat pemerintahan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado Very Yohanis Londa.

Menurut doktor lulusan Universitas Padjadjaran Bandung ini, pemindahan Ibu Kota memerlukan kajian yang matang dalam semua aspek. “Fakta saat ini, kondisi Jakarta dari aspek Urbanisasi, kerawanan bencana, upaya pemenuhan kebutuhan hidup terutama tempat tinggal memang merupakan masalah yang sangat serius,” jelas pria yang akrab disapa Mner Very ini.

Bacaan Lainnya

Lanjutnya, akan tetapi perlu diperhatikan juga kemampuan keuangan negara dalam membiayai segala hal yang berkaitan dengan pemindahan ibukota.

“Rp 485,2 triliun bukan kecil dalam kondisi keuangan negara saat ini, sekalipun pemerintah mengemukakan, bahwa pembiayaan tidak hanya dilakukan melalui APBN. Akan tetapi juga dari Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dan Swasta,” tuturnya.

Komentar Facebook

Pos terkait