718 dibaca

Penganiayaan di Minut, Begini Penjelasan Oknum Anggota Brimob

  • Whatsapp
Ilustrasi penganiayaan. (foto : istimewa)

MANADO, DetikManado.com – Oknum anggota Satuan Brimob Polda Sulut inisial MD yang diduga melakukan penganiayaan terhadap perempuan di Minahasa Utara (Minut) angkat bicara setelah kasus tersebut diberitakan oleh salah satu media online lokal, Minggu (19/05/2019) lalu.

Menurut MD apa yang ditulis dalam berita tersebut tidak semua benar, karena itu hanya cerita sepihak dari korban inisial NM. Justru usai kejadian tersebut MD mengaku jarang keluar rumah, kecuali saat berangkat ke tempat kerja.

Muat Lebih

“Sungguh mati, demi Tuhan Yesus, saya tidak pernah intimidasi korban,” jelas MD kepada wartawan, Senin (20/05/2019) ketika ditemui di halaman Mapolda usai mengikuti upcara peringatan Hari Kebangkitan Nasional.

Lanjutnya, sebenarnya permasalahan tersebut sudah berlalu, karena terjadi pada februari, bahkan saya menganggap masalahnya sudah selesai, tapi satu bulan kemudian korban sering cari gara-gara.

“Korban bilang torang hidup caparuni kong dia hina-hina, sampe muat di medsos facebook. Bilang Brimob ndak ada ontak, caparuni,” tuturnya dengan dialek manado.

MD juga menuturkan kalau korban pernah menuduh putranya mencuri keramik di rumah korban, padahal pagar rumah mereka selalu terkunci.

“Kasihan anak saya dituduh mencuri keramik terus dimarahi lagi,” tuturnya.

Terkait upaya damai yang dilakukan oleh Polres Minut, MD mengaku sangat ingin berdamai dengan korban yang tak lain juga tetangganya.

“Jujur sebenarnya saya sangat suka berdamai, tapi mereka (korban), selalu cari gara-gara dengan kami,” jelasnya.

Kapolres Minut AKBP Jefri Siagian SIK saat dikonfirmasi mengatakan permasalahan tersebut sedang dalam proses. “Dalam proses ya,” singkat Siagian. (Mihael)

Komentar Facebook
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *