Saat Dosen dan Mahasiswa UTSU Belajar Jurnalistik

  • Whatsapp
Sebagian peserta pelatihan foto bersama dengan pemateri.

Manado, DetikManado.com – Pelatihan jurnalistik di  Universitas Teknologi Sulawesi Utara (UTSU), Kamis (05/0/03/2020), diikuti puluhan mahasiswa dan dosen. Mereka menerima berbagai materi terkait seluk-beluk dunia jurnalistik.

Ketua Majelis Etik AJI Manado Yoseph E Ikanubun, tampil sebagai pembawa materi pertama. Dia menjelaskan kepada peserta mengenai sejarah Pers dunia dan sejarah Pers di Indonesia, serta peranan pers sebagai pilar penting dalam demokrasi, yakni pilar ke 4 setelah Yudikatif. Dia juga menjelaskan mengenai kode etik jurnalistik yang ditetapkan dalam 11 pasal Dewan Pers. “Jadi walaupun kebebasan Pers sudah dilindungi undang-undang, namun dalam menjalankan jurnalistik ada peraturan yang mengatur,” ujar Pemimpin Redaksi DetikManado.com ini.

Bacaan Lainnya

Dia menambahkan, pelatihan jurnalistik ini bukan hanya berguna untuk kalangan jurnalis saja. Namun siapa saja dapat belajar, agar dapat menyikapi secara bijak informasi-informasi yang ada. “Apalagi zaman sekarang, banyak berita hoax yang beredar di berbagai media sosial yang sumbernya tidak jelas,” pungkas Yoseph.

Wakil Rektor UTSU foto bersama para peserta dan pemateri.

Agustinus Hari sebagai pemateri kedua juga menambahkan, memang di zaman kemajuan teknologi saat ini, banyak media online abal-abal yang muncul dan memberikan berita-berita yang tidak tepat informasinya. Bahkan tidak jelas sumber beritanya. “Maka dengan pelatihan jurnalistik ini saya harap dapat menyebarkan virus-virus kebaikan, serta memberikan inspirasi bagi para peserta,” ujar Ketua AMSI Sulut yang juga pemimpin redaksi Barta1.com.

Dalam sesi Tanya jawab, sejumlah mahasiswa dan dosen memberikan tanggapan terkait berbagai persoalan di dunia jurnalistik. Termasuk persoalan etika, dan kabar bohong yang sering juga dimuat oleh media massa. (fiq)

Komentar Facebook
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.