Sanksi Push Up dan Menyanyi Lagu Nasional bagi Pelanggar Prokes

  • Whatsapp
KRYD yang dilaksanakan dengan menggelar patroli dan razia kepolisian ini merupakan salah satu bentuk upaya preemtif dan preventif atau pencegahan.

Amurang, DetikManado.com – Polres Minahasa Selatan dan seluruh Polsek jajaran melaksanakan KRYD atau Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan, pada Minggu malam (10/10/2021), dengan melibatkan personel gabungan piket fungsi.

KRYD yang dilaksanakan dengan menggelar patroli dan razia kepolisian ini merupakan salah satu bentuk upaya preemtif dan preventif atau pencegahan, terhadap segala bentuk potensi gangguan Kamtibmas, penyakit masyarakat (pekat) serta edukasi Protokol Kesehatan (Prokes).

Bacaan Lainnya

“Sasaran utama dalam pelaksanaan KRYD ini penyakit masyarakat seperti miras, knalpot bising, sajam, kejahatan jalanan juga pendisiplinan Protokol Kesehatan pencegahan Covid-19,” ujar Ipda Daniel.

Dalam pelaksanaan patroli KRYD, personel Polres Minsel menyampaikan edukasi kepada warga yang ditemukan melanggar prokes di lokasi keramaian.

“Kami memberikan pembinaan sebagai bentuk edukasi yaitu teguran lisan serta sanksi sosial seperti menyanyikan lagu nasional juga pembinaan fisik yakni push up kepada anak muda pelanggar prokes,” ujarnya.

Dia mengatakan, diharapkan warga semakin meningkatkan kepedulian dan kesadaran akan pentingnya kepatuhan prokes. Itu dilakukan dalam upaya menekan angka sebaran Covid-19 yang saat ini masih cenderung menurun.

Adapun untuk di tingkat Polsek, pelaksanaan KRYD dilakukan dipimpin oleh masing-masing Kapolsek dengan melakukan razia dan patroli didaerah rawan gangguan Kamtibmas.

Sementara itu, personel Polres Kepulauan Sangihe dan jajaran menggelar pengamanan ibadah yang dilaksanakan umat kristiani di sejumlah gereja di wilayah hukumnya, Minggu (10/10/2021).

Tampak petugas bersiaga memantau warga yang datang untuk beribadah sekaligus memberikan imbauan agar tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Menurut Kasubag Humas Polres Kepulauan Sangihe AKP Jakub Sedu, pengamanan ibadah dilakukan oleh aparat Kepolisian setempat, di masing-masing wilayah.

“Meski situasi aman dan kondusif, aparat Kepolisian tetap memberikan pengamanan. Aparat juga memberikan edukasi kepada warga agar tetap mematuhi prokes, seperti memakai masker dan menjaga jarak,” ujar Sedu.

Dia mengatakan, Polri akan terus melaksanakan upaya pencegahan penyebaran Covid-19 melalui edukasi dan imbauan-imbauan kepada seluruh masyarakat. Meski jumlah pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh terus meningkat, namun Dandel tetap mengingatkan agar warga secara ketat meberapkan protokol kesehatan.

“Selain itu juga mengikuti program vaksinasi yang dilakukan pemerintah,” ujarnya.

Berdasarkan data dari Jubir Satgas Covid-19 Provinsi Sulut dr Steaven Dandel, hingga Senin (11/10/2021), jumlah akumulasi kasus terkonfirmasi positif sebanyak 34.352 orang. Kasus sembuh sebanyak 32.731 orang, 1.028 orang meninggal dunia, dan kasus aktif sebanyak 593 orang.

“Angka kesembuhan pasien Covid-19 di Sulut per 11 Oktober 2021 adalah 95,28 persen, dan angka kematian atau case fatality rate sebesar 2,99 persen,” ungkap Dandel. (joe)

 

Komentar Facebook
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait