Seorang Guru di Kota Tomohon Tewas Gantung Diri

  • Whatsapp

Manado, DetikManado.com – Kota Tomohon kembali digegerkan ditemukannya seorang guru bernama Velix Pontororing (47) yang tewas. Dia diduga kuat tewas akibat gantung diri di pohon alpukat di belakang rumahnya, Lingkungan III Talete Dua, Tomohon Tengah, Rabu (22/01/2020), sekitar pukul 10.30 Wita.

Istri korban, Leti Turang (45) menuturkan, Selasa malam sekitar pukul 22.00 Wita, suaminya berpamitan melayat saudaranya di kelurahan setempat. Rabu dini hari, korban mengirim SMS kepada Leti. “Ma, jangan lupa besok pagi jam 7 akan kontrol di rumah sakit,” ujarnya menirukan korban.

Muat Lebih

Korban tiba di rumah pada Rabu pagi, sekitar pukul 06.30 Wita. Leti lalu menegurnya. “Kenapa baru pulang padahal mau mengantar kontrol di rumah sakit,” ujar Leti. Korban langsung meminta maaf, kemudian meninggalkan Leti.

Sekitar pukul 10.00 Wita, Leti mencari sang suami namun tak ditemukan. Ia lalu meminta tolong tetangganya, Martina Malage alias Ina untuk ikut mencari di sekitar rumah mereka. Tak lama kemudian, Leti mendengar Ina berteriak histeris di belakang rumahnya.

Leti bergegas menghampiri Ina untuk memastikan apa yang terjadi. Bak disambar petir di siang bolong, Leti sangat terkejut ketika mendapati sang suami dalam keadaan gantung diri menggunakan seutas tali berwarna kuning, yang terikat di dahan pohon alpukat.

Dia pun berteriak sambil berlari memanggil warga sekitar. Sesaat kemudian datang tetangga, Frets Rumande dan Enal Tharesa, yang langsung menurunkan korban dari atas pohon. Keduanya dibantu Riczi Muntu lalu mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Bethesda Tomohon.

Sementara itu dokter Jaga Rumah Sakit Bethesda Tomohon, dr Militia Dolontehde menerangkan, korban tiba di rumah sakit sudah dalam keadaan meninggal dunia. Hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan selain bekas ikatan atau jeratan tali di leher korban.

Pihak Polsek Tomohon Tengah melalui Kanitreskrim, Ipda Wendersteyt dan Perwira Pengawas, Ipda Djemi Rengkuan bersama anggota piket langsung mendatangi dan mengamankan TKP, serta mengumpulkan keterangan. “Pihak keluarga menolak otopsi yang dinyatakan melalui surat pernyataan dan kasus ini dalam penyelidikan lebih lanjut,” tandas Kanitreskrim. (ml)

Komentar Facebook
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *