Bitung, Detik Manado.com — Genangan banjir di salah satu ruas jalan Kota Bitung, Kelurahan Bitung, Timur, Kecamatan Maesa kembali menjadi sorotan, Senin (23/2/2026).
Pasalnya, bukan hanya mengganggu aktivitas warga, air yang bercampur sampah dan lumpur itu bahkan dimanfaatkan anak-anak sebagai tempat mandi dan bermain.
Dari pantauan media ini terlihat sejumlah anak-anak berenang di tengah jalan yang tergenang air berwarna coklat keruh. Sampah plastik dan kotoran tampak mengapung di sekitar mereka, sementara kendaraan melintas perlahan menghindari genangan.
Pemandangan tersebut memperlihatkan kondisi yang memprihatinkan. Jalan publik yang seharusnya aman dilalui berubah menjadi kubangan air akibat drainase yang diduga tidak berfungsi optimal.
Warga menyebut genangan seperti ini bukan kejadian baru. Setiap kali hujan turun, air hampir selalu meluap dan bertahan cukup lama di badan jalan.
“Kalau hujan pasti begini. Padahal hujannya baru sebentar. Ini sudah sering terjadi,” ujar Sopyan salah warga yang kendaraan mogok akibat terendam banjir.
Tak hanya itu, saat bersua dengan media ini, Sopyan merasa khawatir terutama terkait keselamatan dan kesehatan anak-anak. Apalagi kata dia, air banjir berpotensi membawa bakteri, limbah, hingga risiko penyakit kulit maupun infeksi.
“Ini menjadi kritik terhadap pemerintah kota Bitung terutama masalah pengelolaan infrastruktur. Genangan yang terus berulang menunjukkan persoalan mendasar pada sistem drainase dan penanganan lingkungan yang belum tertangani serius,” katanya.
Dia mengatakan, fenomena anak-anak mandi di banjir memang terlihat sederhana, namun kata dia, menjadi gambaran nyata pelayanan publik yang belum maksimal.
“Pemerintah Kota Bitung diharapkan segera mengambil langkah cepat, mulai dari perbaikan saluran air, pembersihan sampah, hingga pengawasan kawasan rawan banjir. Sebab jalan raya bukan tempat bermain air, apalagi di tengah kondisi lingkungan yang tidak higienis,” sorotnya.
(Jamal Gani)














