Bitung, DetikManado.com- Di tengah memanasnya aksi demonstrasi warga Tanjung Merah yang menuntut PT Futai menghentikan operasionalnya, satu-satunya suara dari pihak perusahaan akhirnya muncul di hadapan massa aksi.
Ani, perwakilan PT Futai Sulawesi Utara, memilih keluar menemui para demonstran yang sejak siang memadati gerbang perusahaan di Kelurahan Tanjung Merah, Kecamatan Matuari, Kota Bitung, Jumat (19/6/2026).
Kehadirannya bukan tanpa tekanan. Di hadapan ratusan warga yang meluapkan kekecewaan akibat persoalan limbah yang belum kunjung terselesaikan, Ani beberapa kali mendapat sorakan dari massa.
Sebagian warga bahkan meminta agar pimpinan perusahaan hadir langsung untuk memberikan keputusan atas tuntutan yang mereka sampaikan.
Meski demikian, Ani tetap bertahan di tengah kerumunan warga dan berupaya mendengarkan satu per satu aspirasi yang disampaikan masyarakat.
Dalam keterangannya, Ani mengakui dirinya tidak memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan strategis terkait tuntutan warga yang meminta perusahaan ditutup maupun menghentikan sementara aktivitas operasional.
Namun demikian, ia memastikan seluruh tuntutan masyarakat akan diteruskan kepada manajemen dan pimpinan perusahaan untuk ditindaklanjuti.
“Kami sudah mendengarkan semua aspirasi masyarakat. Semua tuntutan yang disampaikan hari ini akan kami teruskan kepada pimpinan perusahaan,” kata Ani di hadapan peserta aksi.
Pernyataan tersebut memang belum mampu meredam kekecewaan warga yang menginginkan jawaban saat itu juga.
Ani juga menyampaikan bahwa perusahaan akan melakukan evaluasi terhadap berbagai keluhan yang selama ini disampaikan warga, termasuk persoalan lingkungan yang menjadi sumber polemik berkepanjangan.
Menurutnya, perusahaan tidak menutup mata terhadap berbagai masukan yang disampaikan masyarakat. Karena itu, pihaknya akan berupaya melakukan sejumlah perbaikan sesuai dengan hasil evaluasi dan tuntutan yang berkembang di tengah warga.
“Kami akan menyampaikan seluruh masukan masyarakat kepada pimpinan dan melakukan perbaikan-perbaikan sesuai dengan apa yang menjadi tuntutan warga,” ujarnya.
Diketahui, aksi yang digelar warga merupakan demonstrasi ketiga yang dilakukan secara beruntun. Bahkan jumlah massa pada aksi kali ini disebut lebih besar dibandingkan aksi-aksi sebelumnya.
Warga menilai berbagai upaya mediasi yang telah difasilitasi pemerintah kelurahan, kecamatan, Pemerintah Kota Bitung hingga DPRD belum menghasilkan perubahan signifikan terhadap persoalan yang mereka keluhkan.
(Jamal Gani)















