Ini Langkah Flora Pricilla Kalalo Setelah Dianulir Sebagai Bakal Calon Rektor Unsrat

Dr Flora Pricilla Kalalo SH MH. (Foto: dokumentasi pribadi)

Manado, DetikManado.com – Proses pemilihan Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado akan masuk pada tahapan penyaringan 4 bakal calon rektor. Namun Dr Flora Pricilla Kalalo SH MH, salah satu bakal calon rektor yang digugurkan, sudah menyiapkan langkah selanjutnya.

“Saya akan menempuh jalur hukum. Saya sudah persiapkan proses ini,” ujar Flora Pricilla Kalalo, Kamis (17/11/2022).

Dekan Fakultas Hukum Unsrat periode 2018-2022 ini menyatakan, dia tidak berpikir bahwa pencalonan rektor ini sebuah pertempuran atau sebuah tujuan yang harus ada kompetisi di dalamnya.

“Saya lebih mengambil makna dari proses ini. Bahwa proses yang menegakkan aturan, bagaimana imu yang saya pelajari ingin terapkan demi mendapat keadilan,” ujar Wakil Rektor Unsrat Bidang Administrasi Periode 2014-2018 ini.

Floran Pricilla Kalalo mengatakan, dia butuh untuk mengambil momen Pilresk Unsrat tersebut melalui jalur hukum. Ingin megklarifikasi berbagai persoalan yang ada.

“Saya berharap aparat hukum bisa menjadi garda terdepan mendapat keadilan ini. Saya memberikan pandangan dan pendapat hukum, dan kita akan lihat bagaimana Negara kita membingkai ini dalam sistem hukum yang ada,” papar Flora Pricilla Kalalo.

Dia mengatakan, karena yang dihadapi adalah masalah administrasi maka akan ditempuh jalur administrasi melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

“Kita akan buka-bukaan saja, semua proses Pilrek Unsrat dari awal,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, setelah melalui tahapan pendaftaran dan penelitian berkas para bakal calon Rektor Unsrat Manado, Selasa (15/11/2022), Senat Akademik Unsrat mengumumkan bakal calon Rektor Unsrat 2022-2026.

Dari empat bakal calon Rektor Unsrat yang mendaftar, satu nama yakni Flora Pricilla Kalalo dinyatakan gugur.

Empat bakal calon lainnya yang dinyatakan lolos seleksi berkas adalah Dekan Fakultas Teknik Prof Dr Fabian Manoppo MAgr, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Prof Dr Octovian A Sompie MEng, Ketua LPPM Unsrat Prof Dr Jefrey Kindangen DEA dan Wakil Rektor I Bidang Akademik Prof Dr Ir Grevo Soleman Gerung MSc.

Sedangkan terkait tidak lolosnya Flora Pricilla Kalalo, menurut Ketua Senat Akademik Unsrat Prof Dr Paulus Kindangen SE SU MA, karena dinyatakan tidak memenuhi syarat berdasarkan hasil verifikasi panitia.

“Yang bersangkutan tidak memenuhi syarat karena tengah menjalani sanksi disiplin sedang,” Paulus Kindangen.

Flora Pricilla Kalalo menyatakan, menjelang proses Pilrek itu, dia diberikan sanksi hukuman disipilin sedang oleh Kemendikbudristek. Sanksi disiplin sedang itu kemudian menjadi alasan bagi panitia untuk mengikutsertakannya dalam tahapan Pilrek selanjutnya.

“Namun panitiia tidak memperhatikan. Negara kita punya perlindungan hukum untuk warganya. Dibantu dan dilindungi oleh UU Nomor 30 tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan,” papar dia.

Dia memaparkan, dalam UU Nomor 30 tahun 2014 pasal 77 disebutkan bahwa yang mendapatkan sanksi diberikan kesempatan untuk melakukan keberatan administratif.

“Masih dalam proses yah, kita belum lihat substabsi benar atau salah sanksi itu. Kita belum sampai di situ,” ujarnya.

Berdasarkan aturan itu, dalam tempo 10 hari setelah keberatan administratif disampaikan ke lembaga yang memberikan sanksi, maka lembaga itu harus melaksanakan atau memberi pernyataan keberatan itu diterima atau tidak.

“Jika dalam 10 hari tidak ditanggapi atau dijawab, maka UU Nomor 30 tahun 2014 itu menyatakan keberatan saya diterima,” katanya.

Dengan demikian maka sanksi hukuman disiplin sedang yang diterima itu, dengan ketentuan UU Nomor 30 tahun 2014 dianggap sudah tidak berlaku lagi.

“Pasal 77 ayat 7 menyatakan, lembaga atau badan yang memberikan sanksi itu wajib mengeluarkan surat yang menyatakan keberatan itu diterima,” papar dia. (Yoseph Ikanubun)

Komentar Facebook