Ini Penjelasan KJRI Davao City Terkait Pemulangan Warga Sulut dari Filipina

Fungsi Protokoler Konsuler dan Pelayanan Perlindungan WNI Gufron Hariyanto, dan Staf Tekhnis Imigrasi KJRI Davao City Galih Perdhana saat diwawancarai.

Manado,DetikManado.com – Lima warga Sulut yang ditahan di Imigrasi Filipina tiba di Manado, Jumat (13/12/2019). Mereka turut didampingi Fungsi Protokoler Konsuler dan Pelayanan Perlindungan WNI Gufron Hariyanto, dan Staf Tekhnis Imigrasi KJRI Davao City Galih Perdhana.

Kelima warga Sulut tersebut dijemput oleh pihak keluarga di pintu kedatangan internasional Bandara Sam Ratulangi Manado.

Bacaan Lainnya

Usai menyerahkan para WNI kepada pihak keluarga, Galih mengatakan beberapa di antara WNI itu ada yang diputus bersalah oleh Pengadilan, sehingga berakibat dideportasi. “Kejadian ini sejak Maret dan April 2019 dan mengalami proses  kepengurusan yang sangat lama dengan beberapa intansi terkait yang berada di Filipina seperti Badan Anti Terorisme dan kemudian berakhir di Imigrasi,” katanya.

Lanjut Galih, pihak KJRI juga sudah bertemu dengan Komisioner di sana tetapi prosesnya memang agak lama, beberapa hari yang lalu semua urusan melalui surat sudah selesai. “Itupun WNI kita ketika mau dilepaskan harus 3 jam sebelum keberangkatan pesawat, bahkan pengawalannya ketat sampai di pintu pesawat,” beber Galih.

Komentar Facebook

Pos terkait