Kesedihan Mendalam Paus Fransiskus Atas Serangan Teroris di New Orleans

Paus Fransiskus. (Foto: Media Vatikan)

Vatikan, DetikManado.com – Dalam pesan yang dikirim kepada Uskup Agung Gregory Aymond dari New Orleans, Paus Fransiskus mengungkapkan kedekatan spiritualnya kepada mereka yang terkena dampak serangan teroris baru-baru ini di kota Amerika Serikat bagian selatan.

Paus Fransiskus mengatakan bahwa dia sangat sedih mendengar tentang hilangnya nyawa dan cedera yang disebabkan oleh serangan teroris baru-baru ini di kota New Orleans, AS.

Bacaan Lainnya

Pada tanggal 1 Januari, 15 orang tewas, dan puluhan lainnya terluka, ketika seorang pria berusia 42 tahun menabrakkan truk pick-up dengan kecepatan tinggi ke kerumunan.

Dalam telegramnya, yang dikirim kepada Uskup Agung Gregory Aymond dari New Orleans, Paus Fransiskus meyakinkan seluruh kota tentang kedekatan spiritualnya, dan menyerahkan para korban kepada rahmat kasih Tuhan Yang Mahakuasa.

Pesan yang ditandatangani oleh Kardinal Sekretaris Negara Pietro Parolin tersebut menambahkan bahwa Paus berdoa bagi mereka yang terkena dampak.

“Sebagai janji perdamaian dan kekuatan dalam Tuhan, Bapa Suci mengirimkan berkatnya,” ujarnya sebagaimana dilantir dari media Vatikan.

Dalam pernyataannya sendiri, Uskup Agung Aymond mengatakan bahwa ia berdoa bagi para korban serangan tersebut, yang ia sebut sebagai tanda tidak adanya rasa hormat terhadap kehidupan manusia.

Ia juga berterima kasih kepada penegak hukum dan personel medis atas kepahlawanan mereka dalam menghadapi kejahatan seperti itu.

Pada dini hari tanggal 1 Januari, seorang pria—yang sekarang diidentifikasi sebagai Shamsud-Din Jabbar, penduduk asli Texas dan veteran Angkatan Darat AS—mengemudikan truk sewaan dengan kecepatan tinggi ke kerumunan di French Quarter yang ramai di New Orleans.

Ia kemudian tewas dalam baku tembak dengan polisi. Namun, pihak berwenang mengatakan bahwa mereka yakin beberapa orang terlibat dalam serangan tersebut.

Menurut FBI, bendera ISIS ditemukan di dalam truk tersebut, dan Presiden AS Joe Biden mengatakan bahwa serangan itu terinspirasi oleh kelompok tersebut.

Pada hari yang sama, sebuah Tesla Cybertruck meledak dan terbakar di luar Trump International Hotel Las Vegas, menewaskan pengemudi dan melukai tujuh orang lainnya.

Para pejabat mengatakan bahwa FBI sedang menyelidiki apakah ledakan itu merupakan tindakan terorisme. Pihak berwenang juga sedang menyelidiki apakah kedua serangan itu saling terkait. (yos)


Pos terkait