Ini Langkah Bawaslu Sulut, Memastikan Hak Pilih Warga Pengungsi Gunung Ruang Terakomodir

Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Provinsi Sulut Steffen S Linu SS MAP.

Manado, DetikManado.com – Bawaslu Sulut melakukan sejumlah langkah untuk memastikan warga yang mengungsi akibat erupsi Gunung Ruang di Kecamatan Tagulandang, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulut, tetap memiliki hak pilih pada Pilkada 2024 ini.

Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Sulut Steffen S Linu SS MAP memaparkan, proses pelaksanaan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih di Sulut telah berjalan kurang lebih satu minggu.

Bacaan Lainnya

Bawaslu Sulut bersama KPU Sulut telah memastikan bahwa sekitar 702 pengungsi dari Pulau Ruang (442 dari Desa lahingpate, dan 260 dari Desa pumpente) tetap dapat menggunakan hak pilih mereka dalam Pilkada 2024.

“Langkah-langkah sedang diambil, untuk memastikan bahwa warga yang mengungsi tetap terdaftar dan dapat memberikan suara mereka meskipun berada di lokasi pengungsian,” papar Steffen S Linu pada Jumat (5/7/2024).

Dia mengatakan, Bawaslu Sulut akan memastikan bahwa KPU dalam menyiapkan skema pemutakhiran daftar pemilih yang menyesuaikan dengan kondisi darurat ini.

Data yang diperoleh Bawaslu Sulut dari jajaran di bawah, bahwa untuk lokasi pengungsian tersebar di beberapa kabupaten dan kota. Untuk tempat pengungsian yang difalisitasi oleh pemerintah daerah terpusat di 2 Kabupaten Minahasa dan Kota Bitung, di lokasi itu sudah dilakukan coklit.

“Untuk pengungsi erupsi Gunung Ruang di Rumah Susun Kelurahan Sagerat I, Kecamatan Matuari, Kota Bitung, sudah dicoklit pada 26 Juni 2024. Sedangkan pengungsi erupsi Gunung Ruang di Balai Penjamin Mutu Pendidikan atau BPMP KecamatanPineleng, Kabupaten Minahasa, sudah dicoklit pada 27 Juni 2024,” ungkap dia.

Selain 2 daerah di atas, Bawaslu Sulut juga memperoleh data dari jajaran di bawah terkait pengungsi yang berada di Kecamatan Siau Barat-Selatan, Siau Barat, Tagulandang, Tagulandang Selatan, dan Tagulandang Utara, Kabupaten Sitaro, yang belum dicoklit.

Bawaslu Sulut telah berkoordinasi dengan Bawaslu Kabupaten Sitaro, Bawaslu Kota Bitung, Bawaslu Kabupaten Minahasa dan melakukan sejumlah langkah,” ujarnya.

Langkah yang diambil itu adalah membangun posko aduan kawal hak pilih di wilayah pengungsian. Kemudian merekrut Pengawas Kelurahan Desa (PKD) Kampung Pumpente dan Kampung Laingpatehe yang berasal dari pengungsi.

“Melakukan pengawasan melekat saat pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih dilakukan,” tuturnya.

Steffen S Linu mengatakan, secara keseluruhan, erupsi Gunung Ruang ini menambah tantangan bagi KPU dan Bawaslu dalam menyusun daftar pemilih yang akurat, dan memastikan partisipasi warga dalam Pilkada tetap tinggi meskipun ada kondisi darurat akibat bencana alam.

Komentar Facebook

Pos terkait