2.130 dibaca

Pesan Jendral Tito Saat Memimpin Apel di Mapolda Sulut

  • Whatsapp
Kapolri saat memberikan arahan di Mapolda Sulut beberapa waktu lalu.

Manado,DetikManado.com – Kapolri Jendral Pol M Tito Karnavian memimpin Apel Evaluasi Pengamanan Pasca Pemilu dan pembukaan Rakor Analisis dan Evaluasi (Anev) yang dihadiri Kapolda se Indonesia di halaman Mapolda Sulut, Jumat (02/08/2019) pagi.

Dalam sambutannya Kapolri menyampaikan ada hal yang sedikit luar biasa, bukan hanya bagi  jajaran Polda Sulawesi Utara, melainkan bagi  semua yang hadir pada apel tersebut. Dia mengatakan, mungkin beberapa tahun mendatang akan terulang lagi.Tapi sebelumnya, karena apel kali itu bertepatan dengan acara Rapat Koordinasi Pejabat Utama Mabes Polri dan para Kapolda se Indonesia. “Rakor ini untuk evaluasi kondisi pasca Pemilu yang sudah berjalan. Juga untuk konsolidasi menyamakan visi dan persepsi dalam pengamanan hingga pelantikan DPR tanggal 1 Oktober. Dan Presiden serta  Wakil Presiden tanggal 20 Oktober,”ujar Kapolri .

Muat Lebih

Lanjut Kapolri, dia sengaja memilih tempat di Sulawesi Utara di Bumi Nyiur Melambai karena tempat itu adalah tempat yang spesial memiliki nilai yang cukup kuat untuk pariwisata. “Jadi sekaligus juga untuk refreshing bagi rekan-rekan Kapolda yang ada di daerah lain termasuk juga untuk mengetahui bahwa Indonesia dengan berbagai potensi daerahnya,” bebernya.

Kapolri mengatakan, Rakor biasanya dilaksanakan di Mabes Polri atau melalui video conference. Tapi kali ini dilaksanakan di luar Jakarta, di antara Timur dan Tengah Indonesia di tempat yang kira-kira memiliki nuansa wisata sehingga menjadi penyegaran sekaligus silaturahmi antara Polri dengan rekan-rekan Kapolda dan tentunya dengan segenap jajaran Polda Sulawesi Utara. “Ini juga berhubungan dan bertepatan dengan kegiatan Wanita Selam Indonesia atau WASI yang kebetulan ketuanya adalah istri saya, Ketua Umum Bhayangkari juga. Yang memecahkan rekor 3 rekor dunia sekaligus juga untuk meningkatkan pariwisata khususnya di Sulawesi Utara,” ujar Kapolri.

Kapolri Jendral Pol M Tito Karnavian memimpin Apel Evaluasi Pengamanan Pasca Pemilu dan pembukaan Rakor Analisis dan Evaluasi.

Jendral Tito juga mengatakan, Presiden sudah menetapkan empat prioritas tempat wisata Selain Bali, karena selama ini dunia mengenal hanya Bali saja. “Di Danau Toba, Presiden selama 3 hari berada di sana untuk mengembangkan menjadi objek wisata dunia, Labuan Bajo juga beberapa hari, Mandalika Lombok yang akan menjadi destinasi baru dan yang terakhir adalah Manado,” katanya.

Kapolri juga mengajak jajaran Polda Sulut untuk mendukung program pemerintah daerah dan Pusat. Tetapi salah satu modal penting untuk mendukung dunia wisata adalah keamanan. “Afghanistan negara yang hebat alamnya gunung yang tinggi dan salju, tetapi  tidak ada turis yang akan berani datang ke sana karena masalah keamanan,”jelasnya.

Dia juga menjelaskan, salah satu modal penting di Sulut yaitu situasi yang aman yang ditunjukkan dengan beberapa fakta misalnya, dalam pemilu dan pilkada yang sudah berlangsung, Sulawesi Utara termasuk salah satu provinsi yang paling aman di Indonesia. “Sulawesi Utara termasuk salah satu provinsi atau Polda yang tidak pernah merepotkan Mabes Polri, karena aman,” ujarnya.

Kapolri menambahkan, di Sulut konflik-konflik yang terjadi, kemudian kejahatan relatif rendah yang paling tinggi mungkin yang mabuk di pinggir jalan. “Kemudian saya juga melihat hubungan yang sangat bagus antara unsur-unsur pemerintah dan masyarakat lebih khusus hubungan pemerintah dan TNI. Kepada bapak Pangdam, Danrem kemudian Danlantamal, Danguskamla, Danlanud ada koordinasi yang baik sehingga hubungan baik antara Polri dan TNI, 2 pilar yang paling penting dalam menciptakan iklim keamanan ini betul-betul sangat bagus di Sulawesi Utara,” ujarnya. 

Lebih lanjut Kapolri mengingatkan pesan dari  presiden pada saat Hut Bhayangkara, terutama yang berhadapan langsung dengan publik dan masyarakat, untuk menempatkan diri sebagai anggota Polri yang semakin dekat dengan publik. “Saya sudah menyampaikan 3 kultur yang paling penting. Kurangi dan tekan budaya koruptif kemudian arogansi kewenangan, kekuasaan, dan yang ketiga adalah menekan budaya kekerasan fisik,” tuturnya.

Dirinya juga mengatakan, bagaimana memilih media, karena di era reformasi, di zaman informasi ini, opini publik sangat dipengaruhi oleh media baik media sosial maupun media konvensional,TV, radio, surat kabar dan lain-lain. “Sekali lagi terima kasih banyak kepada rekan-rekan jajaran Polda Sulawesi Utara yang telah berhasil menjaga situasi Kamtibmas yang stabil di wilayah Sulawesi Utara, Semoga Tuhan yang maha kuasa memberikan yang terbaik dan memberikan petunjuk kepada kita semua,”pungkasnya.

Turut hadir dalam Apel ini PJU Mabes Polri, Kapolda se Indonesia, PJU Polda Sulut, serta Pejabat Forkopimda Sulut. (ml)

Komentar Facebook
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *