“Keberadaan pasar dengan keunikan ini seolah–olah mengaminkan istilah warga lokal Manado, yaitu semua yang berkaki empat di makan kecuali kaki meja, kursi dan lemari,” tutur wanda Wanda sambil tersenyum manis.
Alumni SMK Negeri 3 Manado ini juga mengungkapkan pesan tersirat yang ingin dia sampaikan melalui pakaian kebaya yang dia kenakan itu.

“Kebaya merupakan pakaian tradisional Indonesia yang memiliki berbagai nilai filosofis dan pesan yang mengingatkan pada masa perjuangan wanita Indonesia,” ungkapnya.
Karena ketika zaman semakin berganti, baju tradisional (Kain Kebaya) untuk saat ini semakin berkurang. Anak-anak muda semakin jauh atau meninggalkan apa yang menjadi tradisi budaya baju Tradisional Kain Kebaya
“Oleh karena itu saya selaku pribadi mengajak kepada kita semua, terutama anak-anak mudah yang ada di Sulawesi Utara, untuk tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya kita yang sudah ada sejak dahulu kalah terlebih khusus di Sulawesi Utara,” ujarnya.















