Manado Pagi Ini: Aktivitas di Kawasan Kuala Jengki

Suasana Kuala Jengki Manado pada, Senin (27/4/2026) pagi. (Foto: Yoseph Ikanubun/DetikManado.com)

Manado, DetikManado.com – Kuala Jengki merupakan salah satu urat nadi paling hidup di Kota Manado.
Kawasan ini bukan sekadar pelabuhan, melainkan titik temu antara denyut ekonomi tradisional dan gerbang petualangan bahari sebagaimana pantauan DetikManado.com pada, Senin (27/4/2026).
​Pagi hari di Kuala Jengki adalah simfoni kesibukan yang dimulai bahkan sebelum matahari terbit sepenuhnya.
Ada aktivitas nelayan dan pedagang di mana perahu-perahu kayu (pajeko) merapat membawa hasil laut segar.
“Di sini terjadi interaksi cepat antara nelayan, kuli panggul, dan pedagang grosir,” ujar Ahmad, salah satu warga sekitar.
Hilir mudik perahu taksi sungai yang menyeberangkan warga dari arah utara ke pusat kota menciptakan pemandangan khas “Venesia tradisional” di muara sungai Jengki.
Perpaduan aroma air laut, ikan segar, dan kopi dari warung-warung kecil di pinggiran dermaga serta di Pasar Bersehati Manado menciptakan atmosfer yang autentik dan energetik.

Sisi kanan Kuala Jengki adalah Pasar Bersehati Manado. Pasar tradisional dengan sentuhan modern. (Foto: Yoseph Ikanubun/DetikManado.com)

​​Kuala Jengki memegang peran krusial sebagai dermaga penyeberangan utama bagi wisatawan yang ingin mengeksplorasi Taman Nasional Bunaken.
“Lokasinya yang berada tepat di jantung kota memudahkan wisatawan untuk menyewa speedboat atau kapal katamaran menuju pulau,” ujarnya.
Kawasan ini berfungsi sebagai titik kumpul (meeting point) di mana wisatawan mempersiapkan peralatan selam, memesan makan siang untuk di pulau, dan melakukan registrasi masuk kawasan konservasi.
Dengan jarak tempuh hanya sekitar 30–45 menit menuju Bunaken, Kuala Jengki menjadi pilihan paling efisien dibandingkan dermaga lainnya di pinggiran kota. (yos)


Pos terkait