Bitung, DetikManado.com – Anak Buah Kapal (ABK) pajeko KM Hasil Laut Sejati 01 Gusti Linggama (53) ditemukan tewas di atas kapal tersebut yang sedang sandar di Pelabuhan Perikani, Kota Bitung, Sabtu (28/12/2019) malam.
Pria yang merupakan warga Girian Permai, Lingkungan I, Kota Bitung tersebut sudah bekerja sebagai ABK selama 21 hari, yaitu sejak tanggal -7 desember 2019 lalu.
Menurut pemilik kapal Hengki Rusdy Lumentut sekitar pukul 20.15 wita, dia mendapat informasi dari saudara Bud, bahwa korban dalam keadaan sakit. Informasi tersebut lalu diteruskan kepada Kapten kapal William Mangadil.
Setelah itu Hengki menuju Pelabuhan Perikani, dan mendapati korban telah terbujur kaku di ruangan break kapal. Dan pihak kepolisian serta warga telah berada di lokasi kejadian tersebut. “Selama bekerja di kapal, korban tidak pernah mengeluh sakit,” jelas Hengki.
Lanjutnya, namun pada Sabtu siang dia mendatangi kapal untuk memberikan uang makan dan satu strip obat Supertetra, sesuai pesanan korban. “Saat itu kondisinya terlihat sehat-sehat,” ujar Hengki.
Sementara itu Kapten KM Hasil Laut Sejati 01 William Mangadil menambahkan, korban sering mengeluh sakit kepala. Siang sebelumnya korban meminta agar dibelikan Sprite dan roti.
William lalu membelikannya, dan sekitar pukul 14.30 wita dia meninggalkan kapal. Saat itu kondisi korban kelihatan baik dan sehat. “Korban sering mengkonsumsi obat asam urat,” ungkap William.
Tim Medis RSUD Manembo-nembo yang melakukan pemeriksaan luar terhadap korban, tidak mendapati tanda-tanda kekerasan. Korban lalu dievakuasi ke rumah sakit tersebut.
Sedangkan personel Polsek Aertembaga yang melakukan olah TKP menemukan berbagai macam obat, yakni Neo Napacin, Asam Avenamate, Paracetamol, Antalgin dan Dexametazone.
Dari keterangan sejumlah saksi, korban diketahui memiliki riwayat penyakit asam urat dan sering kambuh. Hal ini dibenarkan oleh istri korban Ruth Manumpil. “Sejak menikah pada 2003 lalu, korban telah menderita asam urat, dan kalau kambuh terlihat seperti orang lumpuh,” ungkap Ruth.
Kasubbag Humas Polres Bitung Iptu Jeldy Pasulatan membenarkan adanya kejadian tersebut. “Keluarga korban menolak otopsi, dan kasus ini dalam penyelidikan lebih lanjut,” tandasnya. (dem)













