Ada Anggur Merah yang Bisa Meningkatkan Elastisitas Kulit dan Memperlambat Penuaan

Ilustrasi meminum anggur merah. (Foto:pexels.com)

Manado, DetikManado.com – Sebuah jenis anggur merah yang tidak terlalu populer mungkin menjadi rahasia untuk memperlambat penuaan kulit, sebuah studi baru-baru ini menemukan.

Temuan tersebut, yang dipresentasikan pada pertemuan tahunan American Society for Nutrition di Boston, menunjukkan bahwa meminum anggur merah jenis muscadine yang di-dealcoholized dapat membantu meningkatkan elastisitas dan membuat kulit terlihat lebih muda.

Bacaan Lainnya

Studi sebelumnya menunjukkan bahwa minum anggur merah dapat meningkatkan kesehatan jantung, mengurangi peradangan dan penurunan kognitif. Yang terbaru adalah penelitian sejenis pertama yang menganalisis dampak konsumsi anggur nonalkohol terhadap kesehatan kulit.

Studi cross-over ini menunjukkan bahwa enam minggu konsumsi anggur muscadine dealcoholized menghasilkan peningkatan parameter kulit tertentu yang terkait dengan penuaan, seperti elastisitas pada lengan bawah dan fungsi penghalang kulit pada wajah bila dibandingkan dengan baseline dan plasebo.

“Ini adalah kemungkinan karena penurunan peradangan dan stres oksidatif,” kata Lindsey Christman, penulis studi tersebut sebagaimana dilansir dari Medical Dailly.

Tim peneliti percaya senyawa kimia yang disebut polifenol yang ditemukan dalam anggur muscadine memberikan manfaat kesehatan kulit. Anggur Muscadine telah ditemukan memiliki profil polifenol yang unik dibandingkan dengan varietas anggur merah lainnya.

“Studi kami menunjukkan bahwa polifenol anggur muscadine memiliki potensi untuk memperbaiki kondisi kulit, khususnya elastisitas dan kehilangan air transepidermal, pada wanita paruh baya dan lebih tua,” kata Christman.

Tim membuat 17 peserta wanita, antara usia 40 dan 67 tahun, minum anggur dealcoholized atau plasebo yang tampak persis.

Para peserta diminta minum 300 mililiter (setara dengan dua gelas anggur) dari minuman yang ditugaskan setiap hari selama enam minggu. Setelah istirahat selama tiga minggu, para peserta beralih ke minuman yang berlawanan selama enam minggu.

Pada awal dan akhir setiap periode enam minggu, para peserta dievaluasi kondisi kulitnya, penanda peradangan dan stres oksidatif. Tim menemukan bahwa meminum anggur muscadine secara signifikan meningkatkan elastisitas kulit dan mengurangi kehilangan air dari permukaan kulit.

Ruang lingkup penelitian terbatas karena hanya melihat dampak dari anggur muscadine yang di-dealcoholized. Tujuan utama para peneliti adalah untuk mengeksplorasi efek kesehatan kulit dari senyawa bioaktif dalam anggur, khususnya polifenol.

“Alkohol akan menambah variabel lain pada penelitian yang dapat menyebabkan efeknya berbeda. Selain itu, proses dealcholization dapat mengubah komposisi kimianya,” kata Christman. (Yoseph Ikanubun)


Pos terkait