Glenda Lapian, Polwan Pengendara Moge Patwal Polda Sulut

  • Whatsapp
Glenda Anggi Lapian, salah satu personil Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulut yang piawai dalam mengendarai moge patwal.

Manado, DetikManado.com – Berbicara tentang Polisi Lalu Lintas (Polantas), sering identik dengan kaum pria yang selalu berdiri di tengah jalan, yang mengatur ruwetnya kemacetan. Ataupun biasanya melihat para pengendara motor gede (moge) patroli dan pengawalan (patwal) diperankan oleh para polisi laki-laki.

Namun ada pemandangan yang berbeda dan menarik di Polda Sulut, salah satu moge itu justru ditunggangi oleh Polisi Wanita (Polwan). Adalah Glenda Anggi Lapian, salah satu personil Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulut yang piawai dalam mengendarai moge patwal tersebut. Bahkan dirinya bisa beratraksi di atas motor tersebut, yang belum tentu bisa lakukan oleh semua orang.

Muat Lebih

Sejak SMA, dirinya mengaku terinspirasi dari Polwan yang berdiri di jalan memakai kopel putih.

Ditemui DetikManado.com, Kamis (28/11/2019), dia menceritakan pengalaman menjadi seorang abdi negara di institusi Kepolisian. “Puji Tuhan, saya sangat bersyukur pada Tuhan Yesus karena sudah mewujudkan cita-cita saya yang ingin jadi Polwan, khususnya di bagian Lantas,” ujar Glenda, sapaan akrabnya.

Lanjutnya, karena memang dari SMA dirinya terinspirasi dari Polwan yang berdiri di jalan memakai kopel putih. Kemudian dia berpikir dalam hati dalam hati, kapan dirinya boleh jadi seperti itu. “Dan akhirnya cita-cita terwujud,Tuhan mendengar doaku,” kata dara berzodiak Cancer ini.

Gadis kelahiran 15 Juli 1996 juga mengatakan saat menamatkan Pendidikan Kepolisiannya tahun 2016, mengaku sangat bersyukur saat diumumkan penempatannya yaitu di Polda Sulut dan langsung di bagian Lantas tempat yang diinginkannya. “Sangat bersyukur karena Tuhan memang dengar doaku, hanya sekitaran dua minggu di bagian Renmin, langsung dapat Surat Perintah untuk bertugas langsung di bagian PJR,” ujarnya sambil menambahkan, dia sangat senang karena itu sesuai dengan harapannya, sekaligus merasa bangga menjalankan tugas itu.

Selama bertugas menjadi Polantas, Glenda mengaku banyak mengalami suka dan duka.

Namun selama bertugas menjadi Polantas dirinya mengaku banyak mengalami suka dan duka. Apalagi ketika di jalan sementara operasi banyak orang yang protes, tetapi dirinya tetap mengontrol emosi apapun yang akan yang akan dikatakan warga, dia tetap tersenyum.

Dia menyadari, pekerjaan itu memang penuh resiko, apalagi jadi aparat Kepolisian yang memang harus mengutamakan tugas dan tanggung jawab daripada kepentingan pribadi. “Karena sudah menjadi keputusan sendiri, jadi tidak boleh mengeluh apapun yang terjadi, dan harus banyak bersyukur,” tutup Glenda. (ml)

Komentar Facebook
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *