Kehangatan Sembako, Cerita Haru Prajurit TNI Merangkul Warga Tengaran

Aksi hangat tersebut dilakukan di Dusun Cukil RT 07 RW 02, Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, pada Rabu (22/7/2026).

Semarang, DetikManado.com – Gemuruh mesin pengaduk semen di Dusun Cukil seketika luruh, berganti suasana haru yang membuat pelataran warga.

Di sela-sela debu material dan peluh yang membasahi seragamnya, Prada Dicky (23), seorang anggota prajurit TNI dari Brigif TP 43/Muria Kudus, memilih melampaui tugas utamanya di proyek pengecoran jalan demi menyerahkan paket bantuan sembako kepada warga setempat.

Bacaan Lainnya

Aksi hangat tersebut dilakukan di Dusun Cukil RT 07 RW 02, Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, pada Rabu (22/7/2026).

Kedekatan prajurit muda ini tumbuh secara alami karena pasukan base camp yang ia tempati berada tepat di sebelah rumah Pujiyono, warga penerima bantuan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Interaksi saban hari di lokasi proyek membentuk ikatan emosional yang erat, hingga membuat batas antara seragam militer dan sipil masyarakat mencair.

Prada Dicky mengungkapkan bahwa bantuan sembako yang ia serahkan kepada Ayu (35), anggota keluarga Pujiyono, merupakan bentuk rasa terima kasih dan wujud kasih sayang yang tulus dari para prajurit yang telah diterima hangat oleh warga desa.

“Kami sudah menganggap bapak dan ibu di sini seperti orang tua sendiri. Berbagi sembako ini adalah bentuk ketulusan atas kebaikan mereka yang sudi rumahnya bertetangga langsung dengan base camp kami,” ujar Prada Dicky lugas.

Menerima kepedulian yang begitu hangat dari prajurit TNI, Ayu tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Bagi Ayu dan keluarganya, kehadiran para prajurit di desa mereka bukan sekadar menghadirkan pembangunan fisik, melainkan juga menghadirkan ketenangan serta keluarga baru.

“Kehadiran para tentara di samping rumah tidak hanya membangun dinding yang kokoh, tetapi juga membawa kehangatan baru. Mereka sudah seperti keluarga kandung kami sendiri,” ungkap Ayu sambil menyapu matanya.

Momen emosional ini mempertegas bahwa kehadiran tentara di tengah masyarakat bukan semata-mata soal tumpukan semen atau perhitungan material fisik bangunan. Lebih dari itu, aksi nyata di lapangan menjadi bukti hidup bagaimana empati dan kemanunggalan TNI bersama rakyat terjalin erat dalam bingkai gotong royong.

Kegiatan bakti sosial dan pembangunan fisik ini merupakan bagian integral dari Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan oleh Kodim 0714/Salatiga. Pembukaan TMMD itu sendiri telah resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, pada Rabu (15/7/2026). Acara pembukaan tersebut dihadiri langsung oleh Komandan Kodim 0714/Salatiga Letkol Kav Fajar Hapsari Nugroho SIP MM bersama Bupati Semarang H Ngesti Nugraha SH MH sebagai bentuk komitmen bersama dalam mempercepat pembangunan dan kesejahteraan masyarakat desa. (yos)


Pos terkait