1.436 dibaca

Lenda: Banyak Guide di Manado Tidak Punya Lisensi

  • Whatsapp
Kepala Dinas Pariwisata Kota Manado Lenda Pelelau mengatakan, jualan utama pariwisata Manado adalah Bunaken.

Manado,DetikManado.com – Kasus tewasnya turis asal Tiongkok saat berwisata dan melakukan snorkeling di Taman Nasional Bunaken awal pekan ini menimbulkan reaksi berbagai pihak. Dinas Pariwisata Kota Manado bahkan menyebutkan, banyak guide atau pemandu yang tidak punya lisensi.  

Kepala Dinas Pariwisata Kota Manado, Lenda Pelelau mengatakan, jualan utama pariwisata Manado adalah Bunaken, wisata pantai. “Belum ada yang menandingi Bunaken,” ujar Lenda saat jumpa pers di Café Bendito Manado, Jumat (14/06/2019).

Muat Lebih

Lenda mengungkapkan, pariwisata di Manado berkembang pesat dengan angka 300 persen dalam 3 tahun. “Hilir mudik ribuan turis ini juga bisa menjadi kacau, jika tidak dikelola dengan baik,” ujarnya.

Untuk wisata bawah laut misalnya, lanjut Lenda, banyak yang tahu menyelam, tapi tidak punya lesensi. “Nah kalau di darat yang tidak punya SIM, polisi bisa tilang. Tapi di laut, siapa yant tilang? Apalagi pengelolaan Bunaken menjadi tanggungjawab beberapa pihak,” ujarnya.

Dia mengakui, masalah Bunaken sangat kompleks, semrawut dan tidak tahu siapa berbuat apa. Dan ketika terjadi kasus seperti itu, lanjut dia, menjadi tanggungjawab siapa. “Apakah yang membawa turis itu punya standar operasional prosedur, apakah berlisensi atau tidak. Banyak guide tidak punya lisensi. Kalau teknik mungkin jago. Ini PR besar bagi Manado,” ujar mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Manado ini.

Dengan beberapa kendala dan kekurangan itu, Lenda mengatakan, semua pihak terkait harus sepakat dan berkomitmen untuk melindungi Kota Manado dan Provinsi Sulut. “Banyak yang harus dibenahi, jangan sampai kebakaran jenggot dan saling menyalahkan,” tandasnya.

Sementara itu Ketua Perkumpulan Pekerja Wisata Selam Sulut Frans Rattu mengatakan, pemandu wisata snorkeling harus mempunya sertifikat kompetensi. “Namun memang untuk Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia atau SKKNI belum ada untuk snorkeling. Kalau scuba diving sudah ada,” ujarnya.(joe)

Komentar Facebook
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *