Oknum Guru Dilaporkan Kasus Penganiayaan, Ini Penjelasan Kepala Sekolah

Ilustrasi penganiayaan di Bitung,.

Manado, DetikManado.com – Seorang pria berinisial JR (57) dan GMIR alias Noel (16) dilaporkan atas kasus penganiyaan terhadap
Gabriel Claudio Rindengan (17), warga Desa Sea, Jaga III, Kecamatan Pineleng, Minahasa, Senin (22/2/21).

Pihak korban melaporkan perbuatan yang tidak patut di contohi tersebut. Pasalnya, JR adalah seorang guru di SMAN 1 Manado. Kejadian tersebut terjadi di jalan Warukus, tepatnya di Kelurahan Malalayang I Barat, Lingkungan VII, Kecamatan Malalayang, sekira pukul 22.19 Wita, Senin (22/2/21) kemarin.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, awalnya korban menggunakan sepeda motor berjalan di belakang mobil yang dikendarai tantenya Vivi Rindengan (40-an). Ketika melintas di tempat kejadian perkara (TKP), saksi Vivi berpapasan dengan mobil yang saat itu dikendarai pelaku. Entah bagaimana, saksi terlibat adu mulut dengan pelaku di jalan Warukus.

Korban yang melihat kejadian itu datang dan menyampikan kepada pelaku dan anaknya supaya jangan terlalu kasar karena saksi itu perempuan. Namun karena merasa tersinggung tiba-tiba pelaku JR langsung menganiaya korban. Beberapa saat kemudian diikuti oleh anaknya Noel.

Akibat serangan itu korban mengalami memar dibagian wajah, luka dibagian mulut serta dibagian pipih sebelah kanan. Usai melakukan penganiayaan itu, pelaku langsung meninggalkan lokasi kejadian. Sementara korban yang tidak terima atas perbuatan pelaku membuat laporan polisi di Polsek Malalayang.

Kapolsek Malalayang AKP Heriadi Ismail, saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Korban telah melaporkan kejadian itu dan sudah dilakukan visum di Rumah sakit Bhayangkara. Untuk sementra pelaku sudah diamankan di Polsek Malalayang untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” ungkap Ismail.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 1 Kota Manado Sherly Kalangi mengatakan pihak sekolah sudah mendengar bahwa ada salah satu staf guru yang terlibat kasus penganiayaan.

“Walaupun secara pribadi dilakukan oleh yang bersangkutan tetapi kami membenarkan bahwa dia adalah guru SMA 1 Manado,” beber Kalangi.

Menurutnya, sebagai guru dia mengharapkan bisa menjadi teladan dan harus memiliki kesabaran yang tinggi dalam menghadapi berbagai persoalan diluar dan didalam sekolah serta dari pihak sekolah belum mengetahui seperti apa kejadian tersebut.

“Kemarin yang bersangkutan datang meminta ijin tidak bisa melaksanakan tugas karena walaupun melaksanakan pembelajaran Daring yang bersangkutan tidak boleh memegang handphone. Jadi otomatis 2 hari ini pembelajaran tidak bisa berlangsung,” jelasnya.

Kalangi juga mengatakan, pihak sekolah mengharapkan bisa diselesaikan secara kekeluargaan karena menurutnya ini cuma masalah kesalahpahaman akibat egoisme.

“Sebenarnya kita yang lebih tua bukan berarti selamanya kita merasa benar tetapi kesabaran itu yang harus kita tunjukkan,” harapnya.

Dia menambahkan, yang bersangkutan adalah guru yang baik dan penuh tanggung jawab dalam melaksanakan tugas.Terkait permasalahan yang sudah di ranah hukum, sebagai warga sekolah pihaknya harus menjunjung apa yang menjadi aturan hukum yang berlaku.

“Tetapi kami sangat berharap kalau ada cara yang lebih baik mengingat yang bersangkutan adalah tenaga guru yang masih kami butuhkan,” tandas Kalangi.(ml)

Komentar Facebook