Sat Reskrim Periksa 4 Petugas PD Pasar Manado dan 2 Pedagang

  • Whatsapp
Pemeriksaan dilakukan atas dasar laporan dari masyarakat, karena merasa retribusi yang diminta telalu tinggi.

Manado, DetikManado.com – Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polresta Manado melakukan operasi senyap, dan memeriksa 4 orang oknum petugas PD Pasar Manado serta 2 pedangan yang dilaporkan melakukan penagih retribusi, pada Jumat (22/11/2019) pagi.

Kasat Reskrim AKP Thommy Aruan saat dikonfirmasi  membenarkan adanya pemeriksaan tersebut, dan pihaknya melakukan pemeriksaan atas dasar laporan dari masyarakat. “Karena merasa retribusi yang diminta telalu tinggi,” jelas Aruan, Sabtu (24/11/2019) malam.

Bacaan Lainnya

Lanjutnya, setelah dilakukan pemeriksaan kepada empat orang perwakilan PD Pasar dan dua orang pedagang tersebut, tidak ditemukan kesalahan seperti apa yang telah dilaporkan. “Semuanya masih berjalan sesuai dengan aturan-aturan yang ada,” ujarnya.

Aruan juga mengatakan, untuk pemeriksaan yang telah dilakukan, itu bukan disebut dengan kasus, tapi itu hanya pemeriksaan biasa, sesuai dengan operasional yang dilakukan yakni penertiban penagihan retribusi.

Lebih lanjut diungkapkan, dari pemeriksaan tersebut belum ada yang ditahan ataupun dijadikan tersangka. “Namun ketika mendapat bukti-bukti baru yang kuat mengenai hal ini, maka kami akan melakukan pemeriksaan,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PD Pasar Manado Stenly Suwuh saat di konfirmasi melalui sambungan telepon mengatakan, untuk penagihan retribusi tidak ada masalah. “Hanya saja ada orang yang melapor, tapi itu tidak terbukti. Dan masih sesuai dengan prosedur-prosedur semua,” ujar Stenly.

Dikatakan juga, bahwa yang dilaporkan itu adalah pedagang yang berjualan menggunakan kendaraan roda empat atau mobil,  tidak ada tagihan Rp 60 ribu, sesuai aturan jika hanya menurunkan barang untuk roda 4, itu ditagih sebesar Rp 25 ribu. Jika mereka sekaligus berjualan di mobil, di tambah juga menggunakan meja kiri kanan, itu sudah di hitung permeter.

“Hitungan itu sudah termasuk biaya listrik dan biaya uang kebersihan, jadi totalnya bagitu, harus tetap ditambah,” jelasnya.

Stenly juga menambahkan, jika ada yang ingin mencari bukti silakan. “Selama ini kami selalu berjalan sesuai aturan yang berlaku,” tambahnya. (ali)

Komentar Facebook
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *