Manado, DetikManado.com – Dua hari pasca-kebakaran maut di Panti Werdha Damai Manado yang merenggut 16 jiwa, proses identifikasi baru berhasil mengidentifikasi empat jenazah. Sebanyak 12 jenazah korban lainnya masih menunggu proses lanjutan, termasuk pemeriksaan DNA yang sampelnya akan dibawa ke Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri di Jakarta.
Kabid Dokkes Polda Sulut AKBP dr Tasrif menyatakan, dari 16 jenazah yang diperiksa, empat di antaranya telah teridentifikasi melalui pencocokan data medis dan properti di Posko Ante Mortem dan Post Mortem. Keempat korban tersebut adalah Herry Lombogia (70), Jansen H Maringka (65), Olly Klara Kemur (85), dan Merry Bermuli Dengah (83).
”Untuk jenasah yang sisanya masih 12, masih dalam proses identifikasi. Pada beberapa korban masih akan dilaksanakan pemeriksaan DNA baik itu korban maupun pembanding dari keluarga,” jelas dr Tasrif di RS Bhayangkara Manado, Selasa (30/12/2025).
Menurut dr Tasrif, 11 sampel DNA dari keluarga korban dan 13 sampel dari jenazah korban akan segera dikirim ke Jakarta untuk dianalisis. Proses pemeriksaan DNA ini diperkirakan memakan waktu hingga dua minggu sesuai SOP. Pihak kepolisian memohon pengertian dan kesabaran dari keluarga korban terkait lamanya waktu yang dibutuhkan.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol AP Hasibuan mengungkapkan bahwa dari 16 korban, 15 pihak keluarga telah melapor ke Posko. Namun, satu keluarga korban, atas nama Oma Chirstiani Saropa, hingga kini belum melapor.
”Harapan kami kepada keluarga bisa mendatangi RS Bhayangkara ke Posko Ante Mortem untuk diambil sampel pembanding,” pinta Kombes Pol Hasibuan, menekankan pentingnya peran serta keluarga dalam proses identifikasi yang masih berjalan.
Ia memaparkan bahwa waktu pemeriksaan sampel DNA memerlukan waktu sekitar dua minggu sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Pihak kepolisian meminta pihak keluarga untuk memaklumi dan menunggu hasil proses identifikasi tersebut. (yos)















