11 Tuntutan Warnai Unjuk Rasa Mahasiswa Tolak Omnibus Law di Tondano

Massa Aksi Geram Omnibus Law. (Foto: DetikManado.com/Richard Fangohoi)

Tondano, DetikManado.com – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Menolak (Geram) Omnibus Law menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Minahasa, Sulut, Kamis (16/7/2020).

“Kami menolak pengesahan Omnibus Law,” kata Koordinator Lapangan (Korlap) Geram Omnibus Law, Stefanus Goni kepada awak media.

Bacaan Lainnya

Ada sebanyak 11 tuntutan yang disampaikan Geram Omnibus Law di antaranya mereka menuntut agar Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja (Ciptaker) yang akan dibahas pemerintah dan DPR dihapus.

Selain itu, mereka meminta pemerintah agar menggratiskan biaya pendidikan selama pandemi Covid-19 dan segera DPR mengesahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) dan RUU Masyarakat Adat menjadi Undang-Undang (UU).

Geram Omnibus Law juga menuntut agar DPR mencabut UU Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba) dan menuntut agar tidak adanya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara sepihak di tengah pandemi Covid-19.

Komentar Facebook

Pos terkait