ANAK PETANI KECIL IKUT REUNI BISNIS

Oplus_16908288

Oleh: Meitty Wongkar, SE MSi

(Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unika De La Salle Manado)

Bacaan Lainnya

 

Minggu yang lalu setelah pulang menjalankan tugas pendampingan konsultan bisnis dan keuangan di luar kota di saat menjalankan aktivitas rutin saya entah mengapa terbayang semua perjalanan hidup saya di tahun 1980-an di usia belasan tahun waktu itu ternyata jiwa berbisnis mulai dibentuk melalui  “permintaan “ alam yang tidak saya sadari dengan menjadi “tenaga kerja “  bagi kedua orang tua saya dalam menghidupi keluarga yang hanya seorang petani sayur mayur di Desa Kakaskasen 1 kecamatan Tomohon disaat itu masih berstatus desa.Perjalanan merasakan menjadi “petani kecil” bahkan sampai menjadi tenaga “pemasar kecil “ menjadi momentum bahwa masa remaja saya ternyata diisi dengan SKS yang sangat bernilai.

Pengalaman menjalani . kehidupan 40an tahun yang lalu , dari menghasilkan produk yaitu Sayur mayur sampai dipasarkan oleh keluarga kami mengingatkan saya bahwa strategi manajemen sebenarnya sudah dimulai dari keluarga kecil kita. Perjalanan yang dijalani orang tua kita atau keluarga kita yang walaupun tidak mengenyam pendidikan yang tinggi sebenarnya merekalah yang telah menjalani “ perkuliahan” di Universitas Kehidupan  dalam pemenuhan  kebutuhan ekonomi keluarga.

Masa masa proses menjalani roda perekonomian keluarga  dari bertani ,sudah  menerapkan strategi manajemen yang sederhana dengan output yang luar biasa. Ada 14 Jenis Strategi inti menurut  Sofyan Assauri tahun 2013 dalam bukunya “Strategic Management Sustainable Competitive Advantages . Diantara Strategi inti tersebut sebagian besar tanpa disadari telah di implimentasikan oleh kedua orang tua saya yang tidak pernah tahu teori tersebut . Misalnya Ketika hasil panen sudah di kumpul sayur mayur akan dikumpulkan dan dipasarkan oleh ayah kami ke pasar utama.Untuk sisa panen yang masih bisa dikonsumsi biasanya di “packing”  oleh ibu kami untuk dipasarkan di pasar local/pasar desa. Dengan transportasi yang masih sederhana, semua proses pemasaran dapat berjalan dengan baik . Pengamatan dan saya jalani sendiri dengan keluarga kami, manajemen waktu di sinkron dengan kegiatan harian sudah diterapkan . Ketika jadwal distribusi pasar kosong , waktu diisi dengan proses penanaman yang lain.Hasil lain seperti ubi dimaksimalkan dengan kombinasi strategi inovasi  dan strategi produk  dan pemasaran yang luar biasa , dengan keahlian yang ada ibu kami akan membuat kuliner dengan peralata yang seadanya tapi bisa menghasilkan kuliner yang enak dan bisa mendatangkan keuntungan .

Pengalaman yang nyata yang dijalani sendiri membuat saya mengkombinasikan dengan ilmu sekarang yang semakin berkembang . Teori dan penerapanan dalam menjalankan usaha menjadi modal untuk berbagi dengan teman teman yang punya usaha diberbagai bidang usaha. Dengan konsep reuni bisnis ,pengalaman dan kombinasi ilmu bisa diterapkan sebagai suatu strategi menciptakan lapangan kerja bagi diri sendiri walaupun kita mempunyai tugas tersendiri.Dengan kemampuan sendiri dan tekad selalu ingin belajar dan belajar semua bidang bisa kita kuasai strategi unuk kita gunakan dalam pendampingan .

Reuni bisnis yang paling saya gemari yaitu dengan format santai + networking , awalnya ketika ketemu di tempat acara, ataupun di jalan disitulah proses ini berjalan , janjian ketemu dimana, agenda apa yang akan dibicarakan biasanya mengikuti arah pembicaraan entah bisnis apa yang akan jadi topic. Biasanya teman yang akan kita ajak untuk berdiskui bisnis akan membawa teman mereka yang punya kemampuan spesialis di bisnis yang menjadi topic reuni binis. Maka disinilah networking bisnis akan terbentuk . Ketika kita sebelumnya tidak mengerti tentang bisnis minyak mentah kita akan dipaksa untuk mau tak mau belajar tentang konsep, istilah bisnis tersebut misalnya tentang B40 merupakan produknya, Pengiriman STS atau STB, Instrumen bayar,  SKBDN atau COD . Hal sebenarnya jauh dari pemahaman saya akhirnya membuat saya paham tentang suau bisnis. Networking yang sebenarnya hanya  menyasar seorang saja akan berkembang ke networking bisnis yang lain.

Reuni bisnis dengan format santai + networking menjadi ‘mainan’ favorit saya karena menjadi  ajang saya untuk menambah ilmu saya terutama tentang ilmu yang baru yang bagi saya tidak akan saya dapati dilingkungan kampus , ketika kita sudah masuk dalam reuni bisnis kita akan merasa 24 jam kayaknya tidak cukup. Ketemu dengan pribadi pribadi yang mempunyai karakter yang berbeda menjadi tantangan tersendiri dalam menghadapinya, tidak cukup dengan ilmu psikologi yang kita kuasai dalam bangku pendiidkan tapi manajeman mentalitas yang kita kuasai menjadi taruhannya. Yuk coba reuni bisnis ini supaya hidup lebih asyikkk bukan hanya kopi lho yang asikk …. ***

 


Pos terkait