Biro Logistik Polda Sulut Salurkan 1 Ton Beras Premium di Desa Wori Minut

  • Whatsapp
Kabag Bekum Dra Lineke Kakauhe menyerahkan bantuan beras kepada salah satu warga Desa Wori.

Manado, DetikManado.com – Polda Sulut melalui Biro Logistik kembali melaksanakan bakti sosial berupa penyaluran bantuan beras premium bagi masyarakat yang terdampak Covid-19.

Kali ini penyaluran dilaksanakan di Desa Wori, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara, Sabtu (30/05/2020).

Bacaan Lainnya

Karo Logistik Polda Sulut Drs Ahmad Husni melalui Kabag Bekum Dra Lineke Kakauhe mengatakan, sekitar satu ton lebih beras premium yang disalurkan di Desa Wori.

“Untuk mempermudah penyaluran agar beras tersebut benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan, kami minta bantuan Hukum Tua beserta para Kelapa Lingkungan setempat,” jelasnya.

Lanjutnya, teknis penyaluran bantuan tersebut para Kepala Lingkungan memberikan data warga yang layak, kemudian personil Biro Logistik menyerahkan langsung kepada penerima bantuan tersebut.

“Ini adalah bantuan Polri melalui Polda Sulut, dan setiap keluarga mendapatkan 5 kg,” tutur Pamen dengan dua melati ini.

Aipda Deyidi Mokoginta menyerahkan bantuan beras kepada pasangan lansia yang tinggal di gubuk tanpa penerangan listrik, di Kelurahan Buha, Kecamatan Mapanget.

Sementara itu, Hukum Tua Desa Wori menyampaikan terima kasih kepada jajaran Polda Sulut yang telah menyalurkan bantuan beras di desa tersebut.

“Terima kasih semua jajaran Polda Sulut yang sudah membantu masyarakat dengan sembako berupa beras 5 kg, kepada kurang lebih 200 penerima,” tuturnya.

Selain di Desa Wori, terpantau juga personil Biro Logistik melakukan menyalurkan bantuan beras di Kelurahan Buha, Kecamatan Mapanget.

“Malam ini saya melakukan pembagian beras Polri kepada masyarakat yang berada di pinggiran kota Manado, terutama meteka yang masih tinggal di gubuk,” jelas Aipda Deyidi Mokoginta ST MSi, Sabtu (30/05/2020) malam.

Lanjut Mokoginta, ada beberapa warga yang dia datangi ini masih tinggal di gubuk-gubuk, dan kesehariannya hanya bekerja serabutan. Sehingga tidak memiliki penghasilan yang pasti.

“Bahkan ada sepasang lansia yang tinggal di gubuk tanpa penerangan listrik, mereka masih menggunakan lampu botol dari minyak tanah,” jelasnya.

Salah satu mahasiswi di Manado yang tinggal di gubuk bambu, mendapatkan bantuan beras dari Polda Sulut yang disalurkan Aipda Deyidi Mokoginta.

Selain itu, Polisi yang mendatangi satu per satu warga ini dengan berjalan kaki, dapat melihat langsung kondisi tempat tinggal warga ini, menemukan sejumlah warga yang bukan ber KTP Manado yang belum terjangkau bantuan. “Ada salah satu mahasiswi hanya tinggal sendirian di gubuk bambu di tengah kebun, sementara kedua orang tuanya berada di Sangihe,” pungkasnya.

Perlu diketahui, selama pandemi Covid-19 ini, Polda Sulut melalui Satuan Kerjanya, sudah menyakurkan sekitar 27 ton beras premium kepada warga yang terdampak Covid-19. (red)

Komentar Facebook
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *