Ikuti Protokol Covid-19, Paroki Tataaran Laksanakan Penerimaan Komuni Pertama

  • Whatsapp
Pastor Troy Kalengkongan Pr saat memberikan pengantar misa di Gereja Katolik Santo Antonius dari Padua Tataaran, Minggu (15/11/2020). (Image: captured from Youtube/Komsos Paroki Tataaran).

Tondano, DetikManado.com – Gereja Katolik Paroki Santo Antonius dari Padua Tataaran, Tondano, Minahasa, Sulut, melaksanakan misa penerimaan komuni pertama, Minggu (15/11/2020).

Misa itu mengikuti panduan protokol Covid-19 di rumah ibadah, seperti menjaga jarak, menggunakan masker dan memperhitungkan jumlah umat yang hadir.

Bacaan Lainnya

Nampak sebanyak 23 calon penerima komuni pertama, orang tua dan wali anak, para pendamping serta tim Komsos Paroki Tataaran mengenakan masker dan menjaga jarak ketika misa dimulai.

Dalam pembukaan misa, Pastor Paroki Santo Antonius dari Padua Tataaran, Pastor Troyani Kalengkongan Pr mengatakan, penerima Komuni Pertama telah disebut anak Allah saat menerima Sakramen Baptis.

Dengan demikian, katanya, penerima Komuni Pertama dicintai dan diperkenankan mengikuti perjamuan kudus komuni pertama.

“Dalam perjamuan ini, kamu dapat menyambut Yesus yang nyata lewat hosti suci, dan ini sesuai dengan kata-kata Yesus sendiri, Inilah tubuhKu, inilah darahKu. Yesus ingin masuk dan tinggal dalam hatiMu,” ujar pastor yang juga pegiat kemanusiaan ini, Minggu Pagi.

Di samping itu, pastor yang akrab disapa Pastor Troy ini menjelaskan sejarah pelayanan komuni untuk anak-anak yang mulai dilakukan tahun 1910. Ketika itu, Paus Pius X mengeluarkan sebuah dekrit.

Dekrit ini dikenal dengan Quam Singulari (Betapa Istimewanya) yang bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi anak-anak yang sudah dibaptis, agar menerima Sakramen Tobat dan Sakramen Ekaristi (Komuni Pertama).

“Peristiwa ini mendorong Paus Pius X merenungkan kembali bahwa ternyata anak kecil pun telah menerima iman bahwa Yesus hadir di dalam hosti yang suci,” jelas Pastor Troy yang didampingi Pastor John Tinggogoy MSC dalam misa itu.

Nampak 23 penerima komuni pertama, orang tua dan wali, serta para pendamping mengenakan masker dalam pelaksanaan misa komuni pertama. (Image: captured from Youtube/Komsos Paroki Tataaran).

Tak hanya itu, ia juga menceritakan pengalaman orang-orang kudus dalam gereja Katolik kepada 23 penerima Komuni Pertama, yaitu Santo Rasul Paulus, Santa Theresia dari Avila dan Santo Agustinus yang menerima Yesus dalam hidup mereka.

“Jagalah hidupmu sebagai tabernakel Yesus yang terkasih. Yesus ada dalam dirimu,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Pastor Troy berpesan untuk para orang tua atau wali anak, keluarga dan umat agar menjaga dan melindungi 23 anak yang menerima Komuni Pertama di Paroki Tataaran, sebagai suatu tanggung jawab untuk memelihara iman Katolik.

Misa Komuni Pertama ini juga mendapat ucapan dari umat yang mengikuti melalui live streaming, salah satunya dari pengguna akun beritnya brigita.

“Banyak selamat bagi yg (yang, red) menerima Komuni Pertama. Tuhan Yesus memberkati,” tulisnya di kolom komentar channel Youtube Komsos Paroki Tataaran. (rf)

Komentar Facebook
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *