Manado, DetikManado.com – Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Provinsi Sulut resmi ditutup pada, Jumat (21/11/2025). Sejumlah pesan disampaikan Kakanwil Kemenag Sulut Dr Drs H Ulyas Taha MPd.
Seremonial penutupan diawali dengan laporan Ketua Umum Panitia Pesparani I Sulut Louis Carl Schramm SH MH, dilanjutkan sambutan Kakanwil Kemenag Sulut Dr Drs H Ulyas Taha MPd serta sambutan Gubernur Sulut.
Dalam laporannya, Louis Carl Schramm menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas terselenggaranya Pesparani I Sulut dengan baik. Dia mengakui bahwa tugas ini sempat terasa berat, namun berkat penyertaan Tuhan, kerja keras panitia, serta sinergi dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, Pesparani pertama di Sulut dapat terlaksana sukses dan menjadi bagian dari sejarah, dengan Kota Manado sebagai tuan rumah.
“Saya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak apabila masih terdapat kekurangan selama pelaksanaan kegiatan,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Kakanwil Kemenag Sulut H Ulyas Taha mengapresiasi penyelenggaraan Pesparani dan menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bukti nyata kerukunan dan harmoni di Sulut. Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan Pesparani I melibatkan kolaborasi lintas agama dan dukungan penuh pemerintah.
“Terdapat tanggungjawab besar ke depan bagi umat Katolik dan seluruh pihak untuk menyukseskan Pesparani Nasional IV tahun 2027, di mana Sulawesi Utara menjadi tuan rumah,” tuturnya.
Selanjutnya, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Sulut, Verra Maya Pinontoan membacakan sambutan resmi Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE. Apresiasi kepada seluruh panitia atas semangat, dedikasi, dan pelayanan sehingga Pesparani I dapat berlangsung lancar, tertib, dan berkesan.
“Seni suara adalah bahasa universal iman, sarana untuk memuji Tuhan sekaligus menyampaikan pesan damai, toleransi, dan kasih bagi sesame,” ujarnya.
Gubernur Sulut juga menyampaikan selamat dan rasa bangga kepada seluruh kontingen atas partisipasi aktif mereka. Dia menekankan bahwa kemenangan sejati bukan sekadar pada piala atau medali, melainkan pada semangat juang, disiplin, serta pengalaman berharga yang diperoleh selama proses latihan dan kompetisi.
“Bagi para pemenang, persiapkan diri untuk membawa nama baik Sulawesi Utara di tingkat nasional. Jadilah duta terbaik daerah, dan bawalah semangat kasih, persaudaraan, dan pelayanan dalam kehidupan sehari-hari di tengah umat dan masyarakat,” pesan gubernur. (yos)















