Manado, DetikManado.com – Presiden Direktur (Presdir) PT Freeport Indonesia Tony Wenas mengatakan, kebutuhan tembaga dunia di tahun 2035 akan mencapat 35 juta ton per tahun. Hal ini menjadi peluang investasi yang besar bagi Indonesia.
“Kalau tembaga banyak sekali digunakan untuk listrik. Ada 65 persen tembaga dunia digunakan pada aplikasi penghantar listrik,” ujar Tony Wenas saat menyampaikan materi pada kegiatan Leaders Talk yang digelar di auditorium Unsrat Manado pada, Senin (24/2/2025).
Tony Wenas mengatakan, untuk kendaraan listrik misalnya, menggunakan tembaga 4 kali lebih banyak dibanding kendaraan konvensional. Dengan demikian, prospek ke depan, kebutuhan akan tembaga akan terus meningkat.
“Kebutuhan tembaga dalam sistem PLTB mencapai 1,5 ton/MW. Sedangkan tembaga dalam sistem PLTS mencapai 5,5 ton /MW,” ujarnya.
Selanjutnya produk mineral nyang diperlukan baterai EV (2020), tembaga menempati peringkat keempat sebesar 18,8%. Posisi pertama hingga ketiga berturut-turut, grafit (28,19%), aluminium (18,9%), dan nikel (15,7%).
“Pada tahun 2035, kebutuhan tembaga dunia mencapai 35 juta ton per tahun. Dengan ini tentu saja prospek tembaga akan sangat bagus. Indonesia sangat diuntungkan,” tuturnya.
Dia mengatakan, kondisi itu akan lebih mempercepat proses pertumbuhan ekonomi Indonesia. Termasuk mencapai Indonesia Emas 2045.
“Tantangan kedepan, kita punya sumberdaya yang bagus sekali. Kita juga punya banyak perusahaan. Pertumbuhan ekonomi kita 5 persen. Banyak faktor yang mendukung,” ujarnya.
Menurutnya, ini saat yang tepat untuk meningkatkan investasi untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. Jafi sumber daya ada, juga opportunity-nya ada.
Putra asal Kota Tomohon ini mengawali pemaparan terkait tembaga dengan menguraikan sejarah panjang bagaimana tembaga logam dari peradaban manusa. Misalnya untuk pembuatan kapak, setelah zaman batu.
Kemudian manusia zaman sekarang menggunakan tembaga dalam berbagai aktivitas kehidupan.
“Tembaga telah menjadi logam utama dalam perkembangan peradaban manusia sejak 10.000 SM hingga saat ini, dan menuju masa depan,” tuturnya.
Dia memaparkan, kebutuhan saat ini banyak menggunakan bahan baku tembaga, selain ada campuran logam lain. Mulai dari handphone, peralatan di kamar mandi seperti shower, westafel, selanjutnya asesoris pakaian seperti ikat pinggang hingga jam tangan. Juga alat makan dan alat transportasi.
“Kondisi ini sehingga disebut tembaga ada dalam perkebangan peradaban manusia sejak 12 ribu tahun lalu hingga kini,” ujarnya.
Kegiatan Leaders Talk yang dibuka oleh Wakil Rektor 1 Unsrat Bidang Akademik Ir Arthur Pinaria MP PhD disambut antusias civitas akademika Unsrat Manado. Ribuan mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan hadir di auditorium kampus tersebut.
Antusiasme itu terlihat saat puluhan mahasiswa berebutan untuk mengajukan pertanyaan ke Tony Wenas. Dengan ramah, dia menjawab satu per satu pertanyaan mahasiswa, bahkan membuka dialog dengan mereka. (yos)














