Sukses Adakan Doa Bersama, Ini Harapan Koordinator KMK Se-Indonesia

Christina Salurante.

Tondano, DetikManado.com –  Belasan Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK) yang bernaung dari 3 keuskupan yakni Keuskupan Agung Kupang (KAK), Keuskupan Bandung, dan Keuskupan Manado (Kusuma) sukses mengadakan Doa Rosario Bersama, Jumat (30/10/2020).

Kendati dilakukan secara virtual melalui via Zoom Meeting, doa bersama itu diikuti dengan khidmat oleh puluhan mahasiswa Katolik dan pastor moderator dari KAK dan Kusuma tersebut.

Bacaan Lainnya

Koordinator KMK se-Indonesia Christina Salurante mengatakan, di tengah krisis pandemi Covid-19 banyak kegiatan KMK di Indonesia yang belum terlaksanakan dengan baik.

“Salah satunya Bina Iman atau Bina Rohani untuk mahasiswa baru,” ujar Salurante kepada DetikManado.com usai doa bersama, Jumat malam.

Salurante menceritakan, awal dirinya terpilih sebagai koordinator saat mengikuti pertemuan KMK se-Indonesia pada bulan September 2020 kemarin. Pertemuan itu bertujuan untuk saling sharing antar mahasiswa Katolik mengenai hambatan yang dialami pengurus selama masa pandemi Covid-19.

“Dan akhir pertemuan, saya dipilih sebagai Koordinator KMK se Indonesia untuk mengontrol KMK yang lain, agar nantinya dibuat satu kegiatan bersama KMK se Indonesia,” kata wanita juga menjabat sebagai Ketua KMK St Stefanus Politeknik Negeri Manado (Polimdo) periode 2019-2020 ini.

Setiap program yang dijalani mendapat apresiasi dari mahasiswa Katolik yang lain, salah satunya doa rosario bersama. Hal itu sejalan dengan rasa antusias dan semangat untuk saling mengenal satu sama lain, sehingga dapat membuat suatu kegiatan, walaupun melalui dalam jaringan (daring).

Salurante menambahkan, rencananya mahasiswa Katolik akan menggelar kegiatan pada bulan November atau Desember 2020 mendatang.

 “Kami selalu berdevosi kepada Santa Perawan Maria, semoga pandemi Covid-19 ini cepat berakhir,” ungkap Cristy sapaan akrabnya ini.

Ia pun berharap agar KMK ke depan dapat menjadi organisasi sebagai wadah untuk mahasiswa-mahasiswi Katolik yang aktif, cekatan, bertanggung jawab dan berprestasi. Selain itu, menyusun program-program kerja yang sesuai dengan visi dan misi masing-masing KMK.

“Menjadi berkat dan suka cita bagi banyak orang, selalu setia, siap sedia, dan tulus dalam melakukan setiap karya pelayanan, dan nantinya setelah lulus dari perkuliahan sudah mampu menghadapi dunia kerja,” tutup wanita kelahiran 1998 ini. (rf)

Komentar Facebook

Pos terkait