Jalin Keakraban, Belasan Keluarga Mahasiswa Katolik Menggelar Doa Rosario

Puluhan mahasiswa Katolik yang tergabung dalam KMK dari 3 keuskupan menggelar Doa Rosario Bersama, Jumat (30/10/2020). (Foto: Ist)

Tondano, DetikManado.com – Sebanyak 16 organisasi Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK) dari berbagai kampus di Indonesia menggelar Doa Rosario Bersama via Zoom Meeting, Jumat (30/10/2020).

Koordinator KMK se-Indonesia Christina Salurante mengatakan, doa rosario bersama itu bertujuan untuk membangkitkan semangat cinta kasih, solidaritas dan kekeluargaan serta persaudaraan yang tinggi antar sesama mahasiswa Katolik.

Bacaan Lainnya

“Karena saya tidak mau KMK itu selama masa pandemi ini tidak melakukan kegiatan apapun,” ujarnya.

Dirinya mengungkapkan, untuk merangkul satu per satu organisasi KMK di Indonesia, maka dilakukan doa rosario terdapat 16 KMK yang mengikuti doa bersama ini.

“Apalagi bulan ini bertepatan dengan bulan Rosario,” kata Salurante yang juga menjabat sebagai Ketua KMK St Stefanus Politeknik Negeri Manado (Polimdo) periode 2019-2020 ini.

Selain anggota KMK yang bergabung, turut hadir Pastor Moderator KMK se-Keuskupan Manado (Kusuma) Romo Dismas V Salettia Pr dan Pastor Moderator KMK se-Keuskupan Agung Kupang (KAK) Romo Hironimus Nitsae Pr.

Dalam sambutan, Romo Salettia mengapresiasi doa rosario bersama ini. Ia menuturkan semoga kegiatan itu dapat selalu dibuat, terutama agar mahasiswa Katolik saling mengenal, bersahabat dan menjalin kekeluargaan satu dengan yang lain.

Tak hanya itu, Pastor Paroki Gereja Katolik St Theresia Malalayang Manado itu membeberkan yang tergabung dalam KMK berasal dari berbagai suku yang menjadikan organisasi mahasiswa Katolik itu spesial dan istimewa.

“Mahasiswa Katolik itu termasuk yang sedikit di kampus. Saya suka memperkuat lagi kebersamaan dan kekeluargaan dengan kegiatan seperti ini,” ungkap Romo Salettia.

Sementara itu, Romo Nitsae menyebutkan KMK yang ada di Keuskupan Agung Kupang sejauh ini melakukan kegiatan seperti biasanya. Sedangkan untuk pelaksanaan kegiatan tetap menjaga protokol Covid-19.

“Dan sekali lagi saya mengucapkan terima kasih dan berharap kegiatan seperti ini mungkin juga bisa berlanjut pada sesi yang lain, selain doa rosario daring,” jelas Romo Nitsae, moderator untuk 30 KMK KAK ini.

Romo Nitsae pun mengusulkan agar KMK se-Indonesia dapat membuat kegiatan yang lain, seperti webinar sebagai bentuk membangun keakraban.

“Dan mungkin juga siapa tahu ada event-event yang mengatasnamakan KMK Indonesia di momen-momen selanjutnya,” pungkas Pastor Rekan Paroki Kristus Raja Kupang ini.

Untuk diketahui yang mengikuti doa rosario bersama ini di antaranya KMK dari Universitas Nusa Cendana (Udana) di KAK, seperti KMK St Fransiskus Xaverius Teknik Undana, KMK St Kristoforus Ilmu Pendidikan (IP) Undana, KMK Bunda Segala Bangsa (BSB) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Undana dan KMK Sta Perawan Maria Fakultas Peternakan (Fapet) Undana.

Kemudian KMK St Arnoldus Janssen Fakultas Pertanian (Faperta) Undana, KMK St Petrus Canisius MIPA Fakultas Sains dan Teknik (FST) Undana, KMK St Mikael Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP) Undana, KMK St Thomas Moore Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Undana dan KMK St Thomas Aquinas Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Undana.

Selanjutnya KMK yang bernaung di Keuskupan Manado yaitu KMK St Stefanus Politeknik Negeri Manado (Polimdo), KMK St Sebastianus Universitas Teknologi Sulawesi Utara (UTSU), KMK St Petrus Universitas Negeri Manado (Unima) Tondano dan KMK St Thomas Moore Fakultas Hukum (FH) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), serta KMK St Yohanes Paulus II Kevikepan Palu.

Selain dua keuskupan di atas, terdapat juga KMK dari Keuskupan Amboina yakni KMK Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon dan KMK Universitas Padjadjaran (Unpad) dari Keuskupan Bandung. (rf)

Komentar Facebook

Pos terkait