Lansia Bitung Ditemukan Meninggal di Belakang Rumah

Jenazah saat dievakuasi pihak kepolisian.

Bitung, DetikManado.com — Warga Kelurahan Manembo-nembo, Kecamatan Matuari, Kota Bitung, Sulut, digegerkan dengan penemuan mayat seorang pria lanjut usia di halaman belakang rumah keluarga Kakuhesa–Kahiking, Jumat (27/2/2026) pagi.

Korban diketahui bernama Anugrah Kahiking (74), seorang petani, warga Lingkungan I, Kelurahan Manembo-nembo.

Bacaan Lainnya

Peristiwa tersebut terungkap sekitar pukul 06.00 Wita setelah keluarga mencium bau tidak sedap dari arah belakang rumah. Salah satu anggota keluarga kemudian meminta saksi lainnya untuk memeriksa sumber bau tersebut.

Saat dilakukan pengecekan, korban ditemukan sudah dalam keadaan tergeletak di samping rumah, tepatnya di bawah pohon jeruk.

Kondisi jasad saat ditemukan telah membusuk dan mengeluarkan bau menyengat.

Warga yang mengetahui kejadian itu langsung melaporkan penemuan tersebut kepada pihak kepolisian.

Tim Inafis Polres Bitung bersama piket fungsi yang dipimpin Ipda Alfarizi serta personel Polsek Matuari yang dipimpin Kapolsek Matuari AKP Feriantina Dwi Arahmayani segera mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari hasil pemeriksaan awal, jenazah ditemukan dalam posisi terlentang dengan kepala mengarah ke barat dan kaki ke timur. Saat ditemukan, korban mengenakan celana jeans tanpa baju dan tubuh telah dipenuhi belatung akibat proses pembusukan.

Petugas kemudian mengevakuasi jenazah dengan memotong sebagian pohon di sekitar lokasi guna mempermudah proses evakuasi.

Selanjutnya korban dibawa ke RSUD Manembo-nembo sekitar pukul 08.20 Wita untuk dilakukan pemeriksaan medis oleh dokter forensik.

Kasi Humas Polres Bitung, Abdul Natip Anggai, membenarkan adanya peristiwa penemuan mayat tersebut.

“Benar, telah ditemukan seorang pria lanjut usia dalam keadaan meninggal dunia di wilayah Matuari. Personel bersama Tim INAFIS langsung turun melakukan olah TKP,” ujar Anggai.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Dugaan sementara korban meninggal karena faktor kesehatan, mengingat korban memiliki riwayat penyakit darah tinggi. Namun tetap dilakukan pemeriksaan medis untuk memastikan penyebab kematian,” tambahnya.

Diketahui, pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah. (Jamal Gani)


Pos terkait