Sejumlah Pedagang Pasar Pinasungkulan Manado Dievakuasi, Ada Apa ?

  • Whatsapp

Manado DetikManado.com – Langkah rekayasa Pasar Pinasungkulan Karombasan Manado untuk menghambat penyebaran Covid-19 terus dioptimalkan Pemkot Manado.

Jubir Satgas Covid- 19 Kota Manado drg Sanil Marentek, Kamis (28/5/2020), 0mengatakan sejumlah pedagang yang hasil rapid testnya reaktif, dievakuasi dari pasar dan diisolasi.

Bacaan Lainnya

“Mereka sudah dinyatakan reaktif hasil rapid test, namun masih aktif berjualan di pasar,” beber Marentek.

Pantauan DetikManado.com di Pasar Pinasungkulan, proses evakuasi pedagang berlangsung sekitar pukul 10.00-10.45 Wita. Ada 9 pedagang yang terkonfirmasi reaktif hasil rapid test yang dievakuasi.

“Satgas telah memberikan edukasi dan sosialisasi, mereka menerima dan bersedia melakukan isolasi mandiri di rumah,” katanya.

Masih ada satu orang lagi yang berjualan namun yang pedagang itu sudah dievakuasi ke tempat karantina di Bapelkes Manado.

“Ini bagian dari upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Pasar Pinasungkulan,” jelasnya.

Pasar Pinasungkulan yang terletak di Kecamatan Wanea, Kota Manado ini menjadi salah satu klaster aktif penyebaran Covid-19 di Sulut. Sudah belasan warga tertular dari klaster ini. Akibatnya, Pemkot Manado melakukan rekayasa pasar, tetap berjualan tapi dengan protocol kesehatan.

“Diberlakukan protokol kesehatan ketat dan disiplin bagi penjual dan pembeli guna mencegah penyebaran Covid-19,” tegas Wali Kota Manado GS Vicky Lumentut.

Bagi pedagang akan berjualan diberikan nomor urut, tanda pengenal pedagang, dan sudah wajib di rapid test terlebih dahulu.

“Pendekatan inovatif ini supaya roda ekonomi tetap berputar, termasuk roda ekonomi di pasar-pasar tradisional di tengah Covid-19,” tutur Lumentut.

Menurutnya, inovasi tersebut disandingkan dengan penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Di sisi lain, tetap dibukanya pasar tradisional untuk memastikan pasokan bahan makanan terjamin.

“Dengan tujuan utama memenuhi ketersediaan bahan pokok, dan barang penting bagi masyarakat dengan harga stabil,” ujarnya.

Kegiatan di pasar tradisional juga menjadi upaya untuk memastikan produksi bahan pangan dari petani dan peternak tetap terserap.

“Dinas Perindag dan PD Pasar Manado harus melakukan inovasi dalam operasional pasar rakyat di masa pandemi,” tandas Lumentut.(ml)

Komentar Facebook
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *