Pantarlih Adalah Warga Pengungsi Gunung Ruang, Berpotensi Jadi TPS Lokasi Khusus

Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU Sulut Lanny Ointu saat diwawancarai di Kantor KPU Sulut, Selasa (2/7/2024). (Foto: Yoseph Ikanubun/DetikManado.com)

Manado, DetikManado.com – KPU Sulut mengoptimalkan proses Pencocokan dan Penelitian (Coklit) data pemilih melalui kerja Pantarlih selama sebulan ini, untuk memastikan sekaligus menjamin hak pilih masyarakat. Termasuk, warga pengungsi yang terdampak erupsi Gunung Ruang.

“Jadi untuk pemilih yang merupakan warga pengungsi Gunung Ruang ini ada 2 jenis, pertama yang terkonsentrasi di satu tempat pengungsian, dan yang tersebar di beberapa tempat,” ungkap Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU Sulut Lanny Ointu kepada sejumlah wartawan pada, Selasa (2/7/2024), di Kantor KPU Sulut.

Bacaan Lainnya

Lanny Ointu mengatakan, untuk warga pengungsi yang tersebar di beberapa tempat, pihaknya berkoordinasi dengan Forkopimda, dan tokoh masyarakat setempat untuk mendapatkan informasi.

Secara umum, proses Coklit untuk warga pengungsi Gunung Ruang sudah berjalan hampir 80 persen. Untuk Coklit warga pengungsi Gunung Ruang ini unik, karena striker Coklit ditempelkan di depan kamar.

“Petugas Pantarlih yang kami pilih adalah petugas Pantarlih yang tinggal di situ, atau merupakan warga pengungsi Gunung Ruang. Jadi petugasnya bukan datang dari Sitaro, tapi masyarakat pengungsi yang kami tunjuk sebagai Pantarlih,” papar Lanny Ointu.

Komentar Facebook

Pos terkait